Ya, selain lambang yang menyebalkan di atas nama Garuda, ternyata orang tidak pernah mau belajar dari kegagalan yang pernah dilakukan sebelumnya
Tunas Garuda hanyalah eksperimen dari segilintir orang partai yang memanfaatkan anak2 berbakat untuk pencitraan semata, bukan pembinaan. Namanya juga "Proyek", dan bukan "Kompetisi" pasti ada batas waktunya, sifatnya sesaat dan ada hitungan untung ruginya. Itulah makna pencitraan, tiada niat yang tulus dan hanya menghambur-hamburkan dana (dan entah darimana dananya).
Tunas Garuda hanyalah eksperimen dari segilintir orang partai yang memanfaatkan anak2 berbakat untuk pencitraan semata, bukan pembinaan. Namanya juga "Proyek", dan bukan "Kompetisi" pasti ada batas waktunya, sifatnya sesaat dan ada hitungan untung ruginya. Itulah makna pencitraan, tiada niat yang tulus dan hanya menghambur-hamburkan dana (dan entah darimana dananya).
Walaupun dikemas dalam program pembinaan sepakbola tanah air, bisa dijamin bahwa Proyek Partai Tunas Garuda ini bakalan sama nasibnya dengan proyek-proyek yg pernah digulirkan PSSI sebelumnya: Garuda 1, Primavera dan Baretti (dua terakhir adalah ambisi keluarga Bakrie). Apa hasilnya dan pada kemana pemainnya? hanya segelintir pemain yg sukses dan sisanya tenggelam. Lihatlah kemana anak-anak yang pernah ikut kompetisi dunia piala Danone?
Sementara itu prestasi timnas untuk level terendah sekelas SEA Games saja masih payah, berikut perjalanannya:
Sementara itu prestasi timnas untuk level terendah sekelas SEA Games saja masih payah, berikut perjalanannya:
1977 - Semifinal
1979 - Peringkat ke-2
1981 - Peringkat ke-3
1983 - Penyisihan grup
1985 - Semifinal
1987 - Juara
1989 - Peringkat ke-3
1991 - Juara
1993 - Semifinal
1995 - Penyisihan grup
1997 - Peringkat ke-2
1999 - Peringkat ke-3
2001 - Semifinal
2003 - Penyisihan grup
2005 – Semiifinal
2007 – Penyisihan gup
2009 – Penyisihan grup
1979 - Peringkat ke-2
1981 - Peringkat ke-3
1983 - Penyisihan grup
1985 - Semifinal
1987 - Juara
1989 - Peringkat ke-3
1991 - Juara
1993 - Semifinal
1995 - Penyisihan grup
1997 - Peringkat ke-2
1999 - Peringkat ke-3
2001 - Semifinal
2003 - Penyisihan grup
2005 – Semiifinal
2007 – Penyisihan gup
2009 – Penyisihan grup
Raihan prestasi emas 87 adalah hasil kerja keras om Bertje dalam meracik pemain baik dari galatama (ricky yakobi,herry kiswanto,nasrul koto), perserikatan (ponirin meka,robby darwis,ribut waidi dll) serta alumus Garuda 1 (patar tambunan, marjuki nyak mad) setelah sebelumnya mampu semifinalis Asian Games Seoul 86 dan dijegal tuan rumah Korsel yang menjadi juara. inilah tim nasional sesugguhnya, pelatihnya lokal, pemainnya bagus, semangat, nasionalis sejati, tidak banyak gaya (walaupun gaji dan uang saku minim). Bahkan om Bertje sendiri tidak memanggil Ajat Sudrajat yg saat itu cukup beken karena selain Persib juara perserikatan 86 juga jadi selebiritis buah duet dengan Hetty Koes Endang. Bertje tidak menganggap ada bintang dalam timnya. Beda ya dengan sekarang dimana kebanyakan pemain timnas ingin jadi selibritis, kebanyakan gaya, tapi saat tampil bermain seperti pemain yang baru latihan bola.
Skuad timnas SEA Games 87: Berdiri: Robby Darwis,Marjuki Nyakmad, Azhary Rangkuti,Ponirin Meka,Ribut Waidi,Ricky Yakobi Jongkok:Nasrul Koto, M. Yunus,Rully Nere,Jaya Hartono, Patar Rambunan
1991 adalah terakhir Indonesia merasakan juara SEA Games mengalahkan
Thailand lewat tos-tosan adu penalti 4-3. Edi Harto sang kiper adalah pahlawan
timnas Indonesia.
Pelatihnya, Polosin dan Ulrin, terkenal sangat keras. banyak pemain timas
yang dipanggil saat TC pada kabur karena latihannya konon melebihi daya
tahan tubuh timnas saat itu. Namun kerja dan latihan keras dengan sedikit keberuntungan akhirna berhasil oge.
Sepakbola butuh kompetisi yang dikelola secara teratur, berjenjang, ketat dan profesional yang bakal melahirkan pemain-pemain hebat. Mengapa pemain timnas Argentina hampir 100% pemainnya bermain di luar liga Aventura,liganya mereka?. Liga ini bukanlah liga ecek2 karena seorang Maradona pun terlahir dari Boca Juniors liga ini sebelum berkiprah di Napoli. Tapi mengapa mereka kabur ke luar?
Karena selain mengejar uang dan ketenaran, pemain Argentina juga butuh bermain dikompetisi yang ketat dan banyak melibatkan pemain2 hebat sehingga bisa meningkatkan skill individunya. Messi,Mascherano di Barca, Higuain,Di Maria di Madrid, Aguero,Tevez, Zabaleta di City, Zanetti,Cambiasso dan Milito di Inter bahkan kipernya pun bela-bealin main di AZ Alkmaar era divisi.
Sekali lagi sepakbola butuh kompetisi profesional (bukan kompetisi titipan si bos,parpol atau kepentingan segelintir orang) dan bukan dalam bentuk proyek.titik
Karena selain mengejar uang dan ketenaran, pemain Argentina juga butuh bermain dikompetisi yang ketat dan banyak melibatkan pemain2 hebat sehingga bisa meningkatkan skill individunya. Messi,Mascherano di Barca, Higuain,Di Maria di Madrid, Aguero,Tevez, Zabaleta di City, Zanetti,Cambiasso dan Milito di Inter bahkan kipernya pun bela-bealin main di AZ Alkmaar era divisi.
Sekali lagi sepakbola butuh kompetisi profesional (bukan kompetisi titipan si bos,parpol atau kepentingan segelintir orang) dan bukan dalam bentuk proyek.titik
Saat ini ada sedikit asa di timnas U23 yg akan berlaga di Sea Games November mendatang dibawah pelatih lokal RD. Mudah-mudahan bisa mengulang sukses 87 dan 91. Masa sih untuk jadi juara sekelas Sea Games saja butuh 20 tahun?
I Love Indonesia, tempat beta lahir dan dibesarkan.
(Boleh dong saya kritik, karena hampir semua dana yang bergulir di LSI sekarang ini adalah dana APBD dan anggaran pemerintah, sementara dana sponsor dan FIFA, ya masuk ke kantong pengurus. Kalo dari karcis mah buat bayar sewa/pemeliharaan stadion dan keamanan saja nggak cukup kali. Saya percaya itu)
(Boleh dong saya kritik, karena hampir semua dana yang bergulir di LSI sekarang ini adalah dana APBD dan anggaran pemerintah, sementara dana sponsor dan FIFA, ya masuk ke kantong pengurus. Kalo dari karcis mah buat bayar sewa/pemeliharaan stadion dan keamanan saja nggak cukup kali. Saya percaya itu)



